/**/
Tampilkan postingan dengan label kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kriminal. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Mei 2010

Pangeran Kelantan Tengku Fakhry Ditangkap Polisi Malaysia

. Rabu, 05 Mei 2010
2 komentar

Mantan suami Manohara Odelia Pinot, Pangeran Fakhry ditahan polisi di luar Istana Mahkota, Kubang Kerian, Kota Bharu, Malaysia, Selasa (4/5) malam. Sejumlah pasukan komando khusus kepolisian Malaysia yang memakai topeng menangkap yang bersangkutan, tidak jauh dari pintu istana.

Menurut harian Malaysia Kosmo, Rabu (5/5), Tengku Fakhry ditahan bersama dua orang dokter dan beberapa orang pengawal pribadi Sultan Kelantan Tuanku Ismail Petra.

Harian Kosmo mengutip sumber Istana Kelantan, mantan suami Manohara yang juga putera Sultan Kelantan itu ditahan polisi sekitar 50 meter dari pintu Istana Mahkota saat hendak keluar Istana. Kejadiannya Selasa (4/5) sekitar jam 7.30 malam waktu setempat.

Saat itu, Sultan Kelantan Tuanku Ismail Petra dan permaisurinya Tengku Anis Tengku Abdul Hamid ada dalam rombongan kendaraan yang ditahan.

Sementara Kantor Berita Bernama memberitakan, Sultan Kelantan, mantan mertua Manohara telah dilarang pergi ke rumah sakit Mounth Elizabeth di Singapura untuk periksa kesehatan.

Pesawat khusus yang disewakan untuk membawa Tuanku Ismail Petra dilarang mendarat di Lapangan Terbang Sultan Ismail Petra di Pengkalan Chepa, Kelantan.

Rencananya, Sultan Kelantan itu berangkat kira-kira pukul 11.30 pagi tetapi terus tertunda beberapa kali dan akhirnya media massa diberitahu Sultan akan terbang ke Singapura dengan pesawat komersial.

Rencananya Selasa jam 7.30 malam, Sultan Kelantan dibawa keluar dari Istana Mahkota untuk pergi ke Bandara Chepa. Jam 7.50 malam take off ke Kuala Lumpur kemudian meneruskan penerbangan ke Singapura jam 10.30 malam.

Dalam rombongan itu permaisuri Kelantan, Tengku Anis Tengku Abdul Hamid bersama tiga orang dokter, termasuk seorang dokter pribadi baginda.

Tapi baru saja keluar dari gerbang Istana Mahkota, sekitar 50 meter sudah ditahan pasukan komando khusus polisi dan membawa rombongan Sultan ke rumah sakit Universitas Sains Malaysia (HUSM), Kubang Kerian, Penang.

Mobil pangeran Fakhry yang juga mantan suami Manohara tidak boleh ikut. Ia dan beberapa pengawal pribadinya ditahan untuk tidak keluar Istana.

Sultan Kelantan pernah dirawat di rumah sakit Mounth Elizabeth 24 Mei tahun 2010, dan baru kembali ke Istana Mahkota 4 Maret 2010.

Saat Sultan dalam perawatan di Singapura terjadi konflik keluarga Istana antara putra pertama pangeran Faris dengan putra ketiga Sultan Fakhry.

Pemangku Sultan Kelantan pangeran Faris mencopot adiknya pangeran Fakhry sebagai anggota dewan pemerintahan Istana Kelantan saat Sultan dirawat di rumah sakit. Konflik mereka sampai masuk ke pengadilan.

Ketika Sultan Kelantan kembali ke Kelantan usai dirawat di Singapura keluar kebijakan kekuasaan kembali ke Sultan dari pemangku sementara yang dipegang putra pertama pangeran Faris, tapi pemangku menolak.

Perkembangan terakhir, seorang pengawal pemangku Sultan Kelantan pangeran Faris ditembak oleh dua orang tak dikenal saat pulang dari Istana, Sabtu, 1 Mei 2010. Pengawal itu ternyata tidak meninggal, namun kritis dan kini dirawat di rumah sakit.

Polisi masih menyidik peristiwa penembakan pengawal Istana sekaligus pengawal pribadi pangeran Faris.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Senin, 03 Mei 2010

Kisah Michael Hatcher Sang Penjarah Puluhan Juta Dolar Harta Karun dari Perairan Indonesia

. Senin, 03 Mei 2010
0 komentar

Michael Hatcher, Raja Harta Karun dari Panti Asuhan.. Harta karun? Mengucapkannya saja, otak langsung tertuju pada film National Treasure yang dibintangi Nicolas Cage. Membayangkan kalau harta karun itu identik dengan emas lantakan, patung bertahta berlian dan barang gemerlap lainnya. Wow!

Imaji itu tak terlalu salah. Setidaknya dibuktikan Michael Hatcher, pria asli Inggris yang kini menjadi warga Australia, yang dikenal sebagai raja pemburu harta karun kelas kakap.

Emas lantakan ditemukannya saat dia mengeruk harta terpendam kapal dagang milik VOC, De Geldermalsen, yang karam pada 1750. Pada tahun 1986, dia berhasil mengangkat 126 batang emas lantakan -- versi lain menyebut 225 batang!

Belum lagi 160 ribu benda keramik antik peninggalan dinasti Ming dan Ching. Harta karun itu dilegonya di Balai Lelang Christie di Amsterdam dan laku 15 juta dolar atau kala itu setara Rp 16,6 miliar.

Penemuan itu membuat nama Hatcher beken. Sebab, pemerintah Indonesia dan Belanda terlibat adu klaim. Indonesia merasa berhak mendapat separo dari harta karun itu karena posisi kapal karam berada di perairannya yaitu Bintan Timur, Provinsi Riau.

Namun Belanda yang ada di belakang Hatcher, mengaku lebih berhak mewarisi kapal de Geldermalsen dan bersikeras lokasi karam kapal itu berada di zona internasional. Karena Indonesia kurang bukti untuk mempertahankan argumennya, akhirnya Indonesia tidak mendapat satu sen pun.

Kala itu, kasus ini menjadi perbincangan ramai di Tanah Air. Bahkan Presiden Soeharto turun tangan. Hacther dianggap menjarah kekayaan laut bangsa Indonesia. Gara-gara kecolongan inilah, pemerintah membentuk Panitia Nasional Barang Berharga Muatan Kapal Tenggelam (BMKT).

Panitia Nasional bertugas memberikan rekomendasi mengenai izin pengangkatan dan pemanfaatan benda-benda berharga kepada pejabat yang berwenang sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Michael Hacther 'perampok' harta karun. Warga negara Australia yang sangat fenomenal, dengan aktivitasnya melakukan perampokan besar di berbagai perairan wilayah Republik Indonesia," tuding Konsorsium Penyelamat Aset Bangsa, gabungan individu yang peduli terhadap penyelamatan kekayaan, aset dan sumber daya alam bangsa.

Meski telah melukai hati pemerintah Indonesia, namun uniknya, dia tetap bisa merambah kekayaan di bawah laut. Pada tahun 1999 dia mengangkat kapal Tek Sing di perairan Kepulauan Bangka, Sumsel, dengan nilai ekonomis Rp 500 miliar.

Dia juga diketahui terlihat di Blanakan, Kabupaten Cirebon, pada 17 April 2010. Dia diduga sedang mengincar keramik peninggalan dinasti Ming, yang jika sukses, akan menjadi rekor sepanjang karirnya. Karena harga ekonomis harta karun itu ditaksir mencapai 200 juta dolar.

Michael 'Mike' Hatcher lahir di York, Inggris, tahun 1940. Hidup masa kecilnya kurang beruntung, dia menetap di sebuah panti asuhan. Pada umur 14 tahun, dia hijrah ke Australia. Perburuan muatan kapal karam dimulai tahun 1970 dengan sebuah yacht tua yang direnovasi.

Pada 1981 berhasil mengangkat isi kapal tenggelam di Malaysia, tahun 1985 di Tanjung Pinang Indonesia, dan tahun 1998 di Indonesia. Di dunia internasional dia dijuluki 'The Wreck Salvage King' (Raja Penyelamat Kapal Karam).

Penulis biografinya, Hugh Edwards, menggambarkan Hatcher memiliki kehidupan yang memikat 'dengan menjelajahi tujuh lautan untuk harta karun terpendam'.

"Dari awal yang sederhana Hatcher telah menjadi penyelamat laut yang paling terkenal di zaman modern. Dia telah mengangkat barang berharga yang tak terhitung jumlahnya dari lokasi eksotis seperti Indonesia dan Thailand, dan dalam banyak hal telah menjalani hidup yang mempesona. Kisahnya adalah salah satu keberanian dan tekat dalam menghadapi kesulitan, dan berani, keterampilan dan penghargaan fantastis," tulis Edwards dalam bukunya "Treasures of The Deep" seperti dilansir The Australian.

Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad pun angkat bicara. Hatcher disebutnya sudah merugikan Indonesia sampai jutaan dolar. Karena itu, pihaknya menggandeng beberapa institusi yang terkait seperti Polri dan TNI AL untuk mencari Hatcher, yang tak pernah ditangkal masuk Indonesia.

"Kita kan sudah ada keputusan barang yang didapat harus dilelang dulu terus dijual. Hasilnya dibagi dua. Jadi kita akan cari dia," tegasnya.

Akankah Michael Hacther berhasil diciduk?

Mudah Kongkalikong, Indonesia Jadi Tempat Favorit Hatcher

Michael Hatcher sang pemburu harta karun asal Australia masih menjalankan aksinya di perairan Blanakan, Subang, Jawa Barat. Hatcher beroperasi di seluruh dunia. Namun, Indonesia menjadi tempat favoritnya.

"Di sini mudah berkongkalikong. Tidak mungkin Hatcher bisa bergerak leluasa tanpa dukungan pejabat terkait," ujar koordinator masyarakat advokasi warisan budaya Indonesia, Jhohannes Marbun, kepada detikcom, Rabu (28/4/2010) malam.

Jo, panggilannya akrabnya, menjelaskan saat berburu harta karun, Hatcher menggunakan 2 jenis kapal. "Kapal pertama ini kapal canggih, dilengkapi sonar dan alat untuk penyelam lengkap," tambahnya.

Dengan alat sonar ini, seluruh muka dasar laut Indonesia bisa terdeteksi. Hatcher pun bisa menemukan targetnya dengan mudah.

Kapal kedua yang digunakan Hatcher, adalah kapal tongkang atau kapal barang. Kapal ini digunakan untuk memuat hasil harta karun jarahan Hatcher yang beratnya berton-ton.

Kapal-kapal milik rekan Hatcher, Kiyoshi Makatsuka, bisa masuk ke Indonesia karena diduga kapal tersebut bukan terdaftar atas nama Hatcher atau Makatsuka. Namun didaftarkan atas nama Suwanda. Orang inilah tangan kanan Hatcher.

"Suwanda lalu berganti nama menjadi Suharta. kapal-kapal milik Hatcher pun bisa masuk ke Indonesia," terang dia.

Hatcher lahir di York, Inggris tahun 1940. Pada usia 14 tahun, ia pindah ke Australia. Perburuan harta karun pertamanya dimulai tahun 1970 dengan kapal tua yang direnovasi. Hatcher beraksi tahun 1981 di Malaysia.

Di Indonesia, Hatcher berhasil mengangkat Kapal Vec De Geldermalsen di perairan Bintan Timur tahun 1986. Selain itu ia mengangkat kapal Tek Sing di Perairan Bangka pada tahun 1999. Hasil yang didapat Hatcher dari kedua kapal karam itu triliunan rupiah.


Ada 493 Situs Harta Karun di Indonesia

Pantas saja si pemburu harta karun Michael Hatcher senang melakukan perburuan di Indonesia. Dari data Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP) Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), ada 493 situs arkeologi bawah laut di Indonesia.

"Ada 493, menurut maping yang ada," ujar Dirjen PSDKP KKP Aji Sularso dalam jumpa pers di kantornya, Jl Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Kamis (29/4/2010).

Dari 493 ini, kurang dari 10 persennya yang sudah dieksplorasi. Maklum, dana untuk survei dan mengangkat muatan kapal ini tidak sedikit. Apalagi jika terjebak dalam lumpur di dasar laut.

"Bisa jutaan dolar," terang Aji.

Namun Aji menjelaskan tidak semua kapal tersebut masih berisi harta karun. Kadang kapalnya masih ada, tapi muatannya sudah tidak ada.

"Penjarahan itu banyak terjadi di Selat Glasa, di sekitar perairan Bangka Belitung," ungkapnya.

Michael 'Mike' Hatcher lahir di York, Inggris, tahun 1940. Hidup masa kecilnya kurang beruntung. Dia menetap di sebuah panti asuhan. Pada umur 14 tahun, dia hijrah ke Australia. Perburuan muatan kapal karam dimulai tahun 1970 dengan sebuah yacht tua yang direnovasi.

Pada 1981 berhasil mengangkat isi kapal tenggelam di Malaysia, tahun 1985 di Tanjung Pinang Indonesia, dan tahun 1998 di Indonesia. Di dunia internasional dia dijuluki 'The Wreck Salvage King' (Raja Penyelamat Kapal Karam).

Saat berhasil mengangkat kapal Geldermasen milik VOC di Karang Heliputan, Tanjung Pinang, tahun 1985-1986, Hatcher mendapatkan 126 emas batangan dan 160 ribu benda keramik dinasti Ming dan Ching. Nilainya tidak kurang dari US$ 15 juta saat itu.

Lalu Hetcher mengangkat kapal Tek Sing di Perairan Kepulauan Bangka, Sumatera Selatan tahun 1999 lalu. Nilainya Rp 500 miliar. Kini Hatcher diduga muncul kembali di perairan Blanakan, Subang. Jika Hatcher berhasil mengangkat harta karun dari Subang, maka ini akan menjadi rekor selama karirnya. Diperkirakan porselen dinasti Ming yang tenggelam di sana tidak kurang dari US$ 200 juta.



Klik disini untuk melanjutkan »»

Selasa, 27 April 2010

Pria Bersenjata Incar Presiden Barack Obama

. Selasa, 27 April 2010
0 komentar

Kepolisian Bandara Regional Asheville, North Carolina, Sabtu (24/4), menangkap Joseph McVey (23). Dia adalah seorang warga Ohio yang kemudian didakwa memiliki senjata sehingga menimbulkan kepanikan publik.

Kapten Smith dari kepolisian bandara menjelaskan, polisi bandara melihat McVey membawa sebuah senjata ketika dia keluar dari mobilnya sekitar pukul 14.00 waktu setempat, Sabtu.

Saat itu dia berada di sebuah tempat pengembalian mobil sewaan di dekat bandara. Dia pun langsung dibawa ke sebuah rumah tahanan di Asheville.

Kemunculan McVey dengan senjata itu langsung menimbulkan kegemparan di kalangan aparat keamanan. Masalahnya, pada saat yang sama, Presiden Barack Obama hendak berangkat dari bandara itu dengan pesawat kepresidenan Airforce One, setelah sebuah liburan singkat di Asheville.

Saat itu Obama juga tengah dalam perjalanan menuju pemakaman 29 penambang batu bara Virginia Barat yang tewas akibat ledakan di pertambangan.

Smith menambahkan, mobil McVey itu dipasangi lampu di bagian atap seperti yang digunakan mobil-mobil polisi. Namun, McVey bukanlah petugas penegak hukum.

Penyelidikan dilakukan mengenai apa yang akan dilakukan McVey dengan pistolnya. Juga akan diselidiki mengapa mobilnya dilengkapi lampu seperti polisi itu.

Kepada aparat, McVey mengatakan, dia ingin melihat Obama. Untuk itu dia sengaja memasang alat untuk mewujudkan niatnya itu.

McVey menunjukkan surat izin mengemudi (SIM) keluaran Ohio. Namun, ketika dicek, SIM itu palsu. Dia berasal dari Coshocton, berada di antara Pittsburgh dan Columbus, Ohio.

Sejak masa kampanye hingga memenangi pemilu presiden pada 2008, Presiden Obama selalu mendapatkan ancaman. Namun, tidak pernah ada bukti kuat bahwa ancaman itu sangat nyata.

Setelah berhasil mengegolkan Undang-Undang Jaminan Kesehatan, Presiden Obama dan kubu Demokrat juga mengalami peningkatan ancaman kematian. Partai Republik juga gencar mendorong protes publik untuk mengecam Presiden Obama.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Rabu, 21 April 2010

Kantor KPK Dipasangi Santet

. Rabu, 21 April 2010
0 komentar

Sepak terjang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam memburu koruptor tidak hanya berbuah apresiasi, namun juga tekanan atau intervensi secara sosial-politik agar lembaga tersebut tidak bertaji.

Teror psikologis dengan berbau supranatural seperti santet, rajah, guna-guna dan semacamnya, ternyata kerap terjadi di Gedung KPK.

Menurut Juru Bicara KPK Johan Budi, kejadian di luar nalar itu sudah terjadi beberapa kali. "Sekitar pukul 07.00 WIB Pamdal melakukan cek KPK tiap pagi dan malam. Pamdal menenukan gundukan tanah, dilihat ternyata isinya rajah yang ada di pojok dalam halaman KPK," beber dia di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (21/4/2010).

Johan menuturkan, bahkan ada temuan yang menarik. "Ada hal diluar nalar, bau kembang, dan ada tulisan Arab," terangnya. Dia mengaku, penemuan aneh ini sudah sering sekali terjadi. "Hampir 10 kali dan di tempat yang berbeda," imbuhnya.

Selain ditemukan barang-barang berbau mistik yang ditanam di sekitar gedung KPK, ungkap Johan, pihaknya sering menemukan orang yang menaruh garam. "Kalau orang sering taruh garam di KPK sering ditemukan," bebernya.

Sekadar diketahui, pimpinan KPK juga mengalami kriminalisasi untuk melemahkan tupoksi KPK. Di antaranya Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, kini terancam kembali dimejahijaukan setelah gugatan praperadilan SKKP yang diajukan Anggodo Widjojo dikabulkan pengadilan.

Sebelum itu, KPK diguncang skandal pembunuhan berencana yang melibatkan Antasari Azar. Mantan jaksa berkumis tebal ini akhirnya lengser dari jabatannya sebagai ketua KPK.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Selasa, 20 April 2010

Iwan Fals Terancam Hukuman Penjara Akibat Pelanggaran Hak Cipta Lagu

. Selasa, 20 April 2010
1 komentar

Dugaan pelanggaran hak cipta lagu "Bencana Alam" (yang dipopulerkan grup Amburadul pada 1980-an) yang diarahkan kepada vokalis yang juga pencipta lagu, Iwan Fals, ternyata belum usai. Selasa (20/4/2010), Toto Dwiarso Goenarto, yang mengklaim diri sebagai pencipta lagu tersebut, kembali mengadukan Iwan ke Polda Metro Jaya.

Dalam berkas laporan LP/1299/IV/2010/Dit. Reskrim Sus tertulis: Pelapor: Toto Dwiarso Goenarto; Terlapor: Virgiawan Listanto atau Iwan Fals; Tindak pidana hak cipta Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 49 ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta. Dengan tuduhan tersebut, Iwan terancam hukuman tujuh tahun penjara dan denda maksimal Rp 5 miliar.

"Kejadiannya tanggal 16 Oktober 2009 saat dia (Iwan) manggung di TV One. Saat itu dicantumkan bahwa pencipta lagu itu adalah Iwan Fals. Padahal, penciptanya adalah Pak Toto," ungkap kuasa hukum Toto, Jon Matias, ketika ditemui di Sentra Pelayanan Kepolisian, Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa.

Pelaporan yang dilakukan oleh Toto tersebut merupakan langkah hukum setelah langkah kekeluargaan yang ditempuhnya tak menghasilkan penyelesaian. "Kami sudah coba bertemu dengan pihak Iwan dan pihak TV One, tapi penyelesaiannya tidak ada. Kami sudah berikan waktu, tapi tidak ada itikad baik," ungkap Jon.

Lewat laporan Toto, Iwan digugat secara pidana. "Iwan Fals kami kenakan tindak pidana hak cipta Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 49 ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta. Ancaman hukumannya, tujuh tahun dan denda Rp 5 miliar. Kami akan terus mengawal kasus ini sampai pengadilan," ujar Jon.

Dalam memperkarakan Iwan, pihak Toto sudah menyiapkan bukti. "Kami punya bukti berupa pengakuan dari Ibu Rosana, Manajer Iwan Fals, yang mengatakan ada kesalahan display (di layar kaca). Tapi, TV One mengaku sudah mengonfirmasi siapa pencipta lagu ini (ke pihak Iwan). Jawaban mereka (pihak Iwan) adalah Iwan Fals, makanya ditulisnya Iwan Fals," papar Jon. "Ini jelas merugikan karena pencipta lagu kan bicara masalah nilai ekonomis berupa royalti," sambungnya.

Masih kata Jon, kliennya terpaksa mengambil langkah tegas itu. "Waktu itu hasil terakhir pertemuan kami dengan Iwan Fals di rumah Iwan Fals, Iwan Fals akan menjawab tuntutan kami, sampai kami diminta tuntutan ganti rugi. Kami mengirim tuntutan ganti rugi sampai batas waktu 14 hari. Tapi, sampai saat ini tidak ada itikad baik untuk menjawab tuntutan kami itu. Saat itu, kami mengajukan Rp 208 juta, tapi tidak ada tanggapan. Jadi, kami laporkan ke Polda," jabar Jon.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Senin, 19 April 2010

AA Gym Sebut Nama Gayus Dengan Gayung

. Senin, 19 April 2010
0 komentar

Nama Gayus Halomoan Tambunan benar-benar menjadi buah bibir seluruh negeri. Aparat pajak golongan IIIA ini terus menerus menjadi gunjingan karena memiliki kekayaan wah yang diduga dari kasus makelar pajak.

Soal penyimpangan aparat pajak ini juga menjadi pencerahan utama dalam ceramah AA Gym di masjid kantor pajak pusat di Jakarta, Senin ini, 19 April 2010.

AA Gym diundang untuk memberi nasehat pegawai pajak menyusul merebaknya kasus Gayus Halomoan Tambunan. Dari spanduk yang dipampang, ceramah siang ini diberi judul 'Warnai Diri dengan Akhlak Mulia'.

Lucunya, dalam ceramahnya AA Gym mengaku tak ingin ikut-ikutan menyebut nama Gayus dengan Gayus. Ia pun mengganti Gayus dengan sebutan Gayung.

"Kenapa saya tidak ikutan Gayung. Kenapa saya dihina? dicaci maki?. Itu bukan karena Gayungnya," kata AA. Ia pun mengatakan bahwa dosa itu bukan karena Gayung saja.

"Siapa tahu dosanya bukan mirip itu, tapi di kantor jelalatan, pikirannya kotor, mulut kotor," kata AA menasehati.

"Kelapangan itu lebih baik dibanding kesusahan. Dengan ujian itu justru yang enak," sambutnya.

Sama seperti naik mobil ketika hujan wiper tidak jalan, gelisah. "Artinya apa, itu karena tidak ada jalan atau tidak lihat jalan," ujar AA Gym mengajak berpikir.

Jadi, kata AA Gym, seorang manusia itu lebih baik kalau ada masalah apa-apa jangan mikirin masalahnya, tapi diajak untuk coba memikirkan sumbernya.

"Karena kuncinya, kalau ingin kuat, tidak ada yang membahayakan diri kita selain diri kita sendiri. Orang mau menghina monggo, orang memfitnah monggo, Nabi juga demikian," ujarnya.

"Sekarang diremehkan orang, nggak papa, tahan saja, mungkin selama ini kita meremehkan orang lain jadi sekarang giliran kita diremehkan, tidak usah mikir macem-macem," katanya.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Rabu, 31 Maret 2010

Profil dan Sepak Terjang Gayus Halomoan Tambunan

. Rabu, 31 Maret 2010
0 komentar

Usianya masih 30 tahun. Tapi sepak terjangnya sudah menggegerkan Mabes Polri. Gayus Halomoan Tambunan, belakangan ini namanya santer disebut sebagai makelar kasus pajak yang ditangani tidak sesuai aturan alias penuh rekayasa. Kasus ini diduga melibatkan sejumlah jenderal di kepolisian.

Namanya pertama kali disebut oleh mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji. Susno menyebutkan Gayus memiliki Rp 25 miliar di rekeningnya, namun hanya Rp 395 juta yang dijadikan pidana dan disita negara. Sisanya Rp 24,6 miliar tidak jelas.

Dalam kasus pajak ini Gayus dibidik Polri dengan 3 pasal, yakni pasal penggelapan, pencucian uang, dan korupsi, namun di persidangan dia hanya dituntut dengan pasal penggelapan. Hakim memvonisnya dengan hukuman 1 tahun percobaan. Belakangan dia dibebaskan.

Uang sebanyak itu tentu saja mengejutkan menilik Gayus hanya pegawai pajak golongan IIIA. Dirjen Pajak Mochmamad Tjiptardjo pun tidak kalah terkejutnya.

Sebagai perbandingan, gaji PNS golongan IIIA dengan masa jabatan 0 sampai 10 tahun hanya berkisar antara Rp 1.655.800 sampai Rp 1.869.300 per bulan. Namun angka ini belum memperhitungkan tunjangan menyusul adanya remunerasi di Ditjen pajak

Di kantor pusat pajak, Gayus memegang jabatan sebagai Penelaah Keberatan Direktorat Jenderal Pajak. Namun seiring merebaknya kasus markus ini, jabatan Gayus langsung dicopot. Dia kini hanya menjadi pegawai pajak biasa. Seharian kemarin Gayus Halomoan Tambunan menjalani pemeriksaan di Direktorat Kepatutan Internal Transformasi Sumbaer Daya Aparatur (KISDA) Pajak.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Rabu, 04 November 2009

Transkrip Lengkap Ancaman Pembunuhan Chandra

. Rabu, 04 November 2009
0 komentar

Ancaman pembunuhan terhadap pimpinan KPK nonaktif, Chandra M Hamzah, terkuak dalam rekaman percakapan antara Anggodo Widjojo, adik buronan korupsi Anggoro Widjojo, yang disiarkan secara terbuka oleh Mahkamah Konstitusi.Ancaman itu membuat pengacara Chandra, Bambang Widjojanto, Selasa 3 November 2009 khawatir dan meminta kliennya dibebaskan karena sudah tidak ada lagi alasan penahanan.
Berikut transkrip lengkap percakapan Anggodo dengan seseorang:

TuutTuutTuut
Male 1 (Anggodo): Halo
Male 2: Bos di mana bos?
Male 1: Wah ndek Karet bos
Male 2: O yo siap, iki aku jek ono rapat sek karo Pak Kasat
Male 1: Yo wis gak opo-opo aku mang...
Male 2: Dan itu... udah bos
Male 1: Wis teko, anak buahe wis teko
Male 2: Uwis? Wis rono?
Male 1: He eh tak cekeli yoo tithik yoo... aku mau...
Male 2: Baru...
Male 1: Aku ngomong
Male 2: Iki engko tak tandatangani nang Ibis Kono
Male 1: Yoo terus aku ngomong
Male 2: Hee
Male 1: Ambek Alex, iku SD telu bos-ku piro? Aku muni sepuluh ae aku muni ngono
Male 2: Uwis iku di pek-eng uwis kabeh, engko di engko dikirim bos
Male 1: Oke bos
Male 2: Siap siap bos
Male 1: Suwun yoo. Aku sesuk esuk balik yo
Male 2: Yo bos?
Male 1: Sesuk esuk aku balik
Male 2: Enggak aku nanti...posisi itu terus
Male 1: Inii rencana mau pergi makan nanti
Male 2: Ooo yo uwis engko nek selesai makan
Male 1: Iki wis, wis telung wulan gak mangan enak dino iki ate mangan enak
Male 2: Oo siap bos siap bos
Male 1: Soale aku mari antem-anteman karo Alex ndek kene
Male 2: Ha ha ha
Male 1: Ternyata Truno tiga komitmennya tinggi sama saya
Male 2: Oo gitu bos ya
Male 1: Lho kan wis mlebu bos wingi
Male 2: Iyo?
Male 1: Cak dilebokno tapi wis ndek SK
Male 2: Ooo siap siap bos
Male 1: Saiki non aktif, tapi katut koncone kene sithuk
Male 2: Pak Ade?
Male 1: Dudu
Male 2: Sopo?
Male 1: Bibit
Male 2: Oo itu tetep kenek?
Male 1: Yo wee, ilek iku kan ijek konco kene bos
Male 2: Ooo gitu
Male 1: Tapi lek sing sithuk Chandra sesuk dilebokno malah tak pateni ndek njero kok
Male 2: Iyo yo yo. Tapi Pak Ade piye bos?
Male 1: Selama nanti urusan saya... selesai
Male 2: Ya
Male 1: De'e pasti tak tutupi tho bos
Male 2: Siap bos
Male 1: Konco-konco iki pan aku yo usaha, yang jelas penghiatan bukan dari kita
Male 2: Yo yo bos, yo bos yo bos
Male 1: Dan itu mungkin sudah disadari semua konco-konco to bos?
Male 2: Ya iya bos iya bos
Male 1: Model Anggodo kan ndak mungkin penghianatan
Male 2: Iya iya pastilah pasti
Male 1: Iyo bos
Male 2: Yo bos nanti sempet nanti mau ketemu sama si bos sebentar bos
Male 1: Oke bos oke
Male 2: Siap bos makasih bos


Klik disini untuk melanjutkan »»

Rabu, 28 Oktober 2009

Transkrip Rekaman Rekayasa Kriminalisasi Terhadap KPK

. Rabu, 28 Oktober 2009
1 komentar

Soal rekaman yang diduga sebagai pangkal rekayasa kriminalisasi Komisi Pemberantasan Korupsi sampai saat ini masih terus menjadi perbincangan. Pembicaraan diduga dilakukan oleh petinggi di Kejaksaan Agung, Wisnu Baroto, dan Anggodo Widjaja, adik tersangka korupsi Anggoro Widjaja.

Berikut isi rekaman tersebut :



Wisnu ke Anggodo (23 Juli 2009:12.15)

"Bagaimana perkembangannya."
"Ya, masih tetap nambahin BAP, ini saya masih di Mabes."
"Pokoknya berkasnya ini kelihatannya dimasukkan ke tempatnya R (nama salah satu pucuk pimpinan kejaksaan), minggu ini, terus bali ke sini, terus action,"


Anggoro ke Anggodo (24 Juli 2009:12.25)

"Yo pokoke saiki berita acarane dikompliti."
"Wis gandeng karo Ritonga kok de'e."
"Janji ambek Ritonga, final gelar iku sama kejaksaan lagi, trakhir Senen."
"...Sambil ngenteni surate RI-1 thok nek?"
"Lha kon takok'o Truno, tho."
"Yo mengko bengi, ngko bengi dek'e."


Anggodo ke Wisnu (30 Juli 2009:19.13)
"Pak tadi jadi ketemu?"
"Udah, akhirnya Kosasih yang tau persis teknis di sana. Suruh dikompromikan di sana, Kosasih juga sudah ketemu Pak Susno, dia juga ketemu Pak Susno lagi si Edi. Yang penting kalo dia tidak mengaku susah kita."
"Yang saya penting, dia menyatakan waktu itu supaya membayar Chandra atas perintah Antasari."
"Nah itu."
"Bukan Pak, dia memerintahkan nyerahken ke Chandra yang Bapak juga tahu kan karena kalo ga ada yang memerintah Chandra Pak, enggak nyambung uang itu Iho."
"Memang keseluruhan tetap keterangan itu, kalau Edi nggak ngaku ya biarin, yang penting Ari sama Anggodo kan cerita itu."
"Kan saksinya kurang satu."
"Saksinya akan sudah 2, Ari sama Anggodo."
"Saya bukan saksi, saya kan penyandang dana kan."
"Kenapa dana itu dikeluarkan karena saya disuruh si Edi kan, sama saja kan, ha-ha-ha...."
"Suruh dia ngakulah Pak, kalau temanan kayak gini, ya percuma punya teman."

Klik disini untuk melanjutkan »»
 

Pengikut

Blog arsipberita.blogspot.com ini bekerjasama dengan kir31 | Didukung oleh Dimensi berita