Bukti yang menunjukkan bahwa ada kehidupan di Titan, bulan Saturnus, tampaknya telah ditemukan oleh para ilmuwan National Aeronautics and Space Administration (NASA).
Para peneliti di lembaga ruang angkasa itu yakin mereka telah menemukan petunjuk penting yang menunjukkan bahwa alien primitif kemungkinan hidup di planet itu.
Data dari satelit Cassini NASA telah menganalisis kimia kompleks di permukaan Titan. Para ahli mengatakan satu-satunya bulan di planet itu memiliki atmosfer padat.
Mereka telah menemukan bahwa bentuk-bentuk kehidupan telah bernafas di atmosfer planet dan juga memberi makan pada bahan bakar permukaannya.
Para astronom mengklaim bulan itu umumnya terlalu dingin untuk mendukung air cair di permukaannya.
Penelitian itu terbagi dalam dua studi terpisah.
Makalah pertama, dalam jurnal Icarus, menunjukkan bahwa gas hidrogen yang mengalir di seluruh atmosfer planet menghilang di permukaan. Ini menunjukkan bahwa bentuk alien telah bernapas.
Makalah kedua, dalam Journal of Geophysical Research, menyimpulkan bahwa ada kekurangan bahan kimia di permukaan.
Para ilmuwan kemudian dituntun untuk meyakini bahwa zat itu mungkin telah dikonsumsi oleh suatu bentuk kehidupan.
Para peneliti memperkirakan sinar matahari berinteraksi dengan bahan kimia di atmosfer untuk menghasilkan gas asetilena. Tapi Cassini tidak mendeteksi gas tersebut.
Chris McKay, seorang astrobiologist di Pusat Penelitian NASA, di Moffett Field, California, yang memimpin penelitian, mengatakan: konsumsi hidrogen mirip dengan cara kita mengkonsumsi oksigen di Bumi.
"Jika tanda-tanda ini menjadi suatu tanda-tanda kehidupan, itu akan sangat menarik karena akan mewakili bentuk kedua dari kehidupan berbasis air di Bumi.
Profesor John Zarnecki, Universitas Terbuka, menambahkan: Kami percaya zat kimia itu ada agar kehidupan terbentuk. Dia hanya membutuhkan panas dan kehangatan untuk memulai proses.
"Dalam waktu empat miliar tahun, ketika matahari membengkak menjadi raksasa merah, akan menjadi surga di Titan."
Mereka memperingatkan, bagaimanapun, mungkin ada penjelasan lain untuk hasil temuan itu.
Tapi secara bersama-sama, keduanya menunjukkan dua kondisi penting yang diperlukan untuk keberadaan kehidupan berbasis metana.
Senin, 07 Juni 2010
NASA Menemukan Bukti Adanya Kehidupan di Saturnus
Label: astronomi, infoKamis, 20 Mei 2010
Rela Dikurung 500 Hari Demi Mimpi ke Planet Mars
Label: aneh, astronomi
Misi ke Planet Mars baru sekedar visi jangka panjang. Namun , enam sukarelawan misi Mars-500 rela dikurung lebih dari 500 hari -- untuk menjalani simulasi misi ke Mars. Para relawan mengaku siap menghadapi tekanan dalam keterasingan.
"Kami adalah perintis, meski ini kegiatan yang sangat menggairahkan, kami sadar hal ini membutuhkan tanggung jawab yang besar," kata sukarelawan dari Rusia, Mikhail Sinelnikov, seperti dimuat laman News.com.au, Rabu 19 Mei 2010.
"Aku menyerukan pada rekan-rekanku, kami harus melakukan segala cara agar kegiatan ini sukses."
Sukarelawan terdiri dari tiga orang Rusia, dua dari Eropa, dan satu berkewarganegaraan China.
Mereka akan diisolasi selama 1,5 tahun di dalam modul pesawat luar angkasa seluas 180 meter persegi di pinggiran kota Moskow, Rusia mulai 3 Juni 2010 mendatang.
"Ini akan jadi cobaan untuk kami," kata sukarelawan China yang kebetulan paling muda , Wang Yue (27.)
"Kami tak bisa bertemu keluarga, teman-teman. Tapi saya pikir ini bagian hidup kami yang paling berarti," kata dia.
"Misi ini berkontribusi membantu generasi masa depan yang akan mekakukan perjalanan nyata ke Mars," kata sukaelawan Diego Urbina.
Misi ke Mars tergolong ambisius, sebab menggunakan perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk misi ke planet merah, yakni 250 hari untuk menuju ke Mars, 30 hari menjelajah permukaannya, dan 240 hari waktu yang dibutuhkan untuk kembali ke Bumi.
Total waktu misi ke Mars diperkirakan 520 hari. Tujuan simulasi ini adalah untuk mengetahui daya tahan, baik fisik maupun psikologis astronot.
Untuk membuat simulasi semirip mungkin dengan misi sesungguhnya, para desainer menyiapkan segala sesuatu secara detil.
Menurut sukarelawan, Romain Charles (31), dia terkejut melihat tumpukan pakaian luar angkasa di dalam pesawat latihan.
"Kami tidak mencuci pakaian Jika kotor kita membuang mereka keluar ke ruang angkasa,'' kata dia, tertawa.
Awak pesawat simulator hanya mendapat jatah mandi sekali dalam 10 hari.
Relawan asal China, Yue bersedia mengajarkan seni bela diri China, tai chi pada rekan-rekannya untuk mengurangi stres selama dikurung.
Misi Mars- 500 merupakan proyek patungan antara IBMP dan European Space Agency (ESA).
Menurut direktur proyek, Boris Morukov, meski bermaksud meniru misi ke Mars seakurat mungkin, semua tak mungkin sama -- misalnya kru simulasi tak bisa mengalami kondisi mikro-gravitasi dan paparan radiasi iron.
Namun, para kru tetap akan mengalami kondisi tanpa bobot yang akan menimbulkan efek jangka panjang -- melemahkan otot dan jaringan tulang, ketika mereka keluar dari ruangan simulasi.
Kapan manusia bisa melakukan misi sesungguhnya ke Mars? Menurut kepala misi ESA Rusia, Rene Pischel, mimpi itu akan terwujud pada 2030.
Mimpi yang sama juga dimiliki Presiden Amerika Serikat, Barack Obama. Dia mengatakan, ada 2025, AS akan memiliki pesawat luar angkasa baru yang dirancang untuk perjalanan jarak jauh.
Misi menjelajahi asteroid akan dilakukan pertama kali. "Pertengahan tahun 2030-an, saya yakin kita akan bisa mengirim manusia ke orbit Mars dan mengembalikan mereka dengan selamat ke Bumi. "
"Selanjutnya, kita akan mengirim manusia pertama yang akan menginjakkan kaki di Mars. Saya harap ada di sana untuk menyaksikannya," kata Obama, optimistis.
Jumat, 14 Mei 2010
Pesawat Luar Angkasa Voyager 2 Dibajak Alien?
Label: astronomi, international, misteri
Misteri melingkupi Voyager 2, pesawat tak berawak milik Amerika Serikat yang diluncurkan 20 Agustus 1977, 33 tahun yang lalu.
Sebab, baru-baru ini Voyager 2 mengirimkan pesan dalam format yang tak bisa dibaca ilmuwan Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA.
Muncul dugaan pesawat itu dibajak alien alias mahluk luar angkasa -- yang mengirimkan jawaban pesan NASA. Seperti diketahui, menurut astrofisikawan, Stephen Hawking, NASA pernah mengirim sinyal ke luar angkasa berupa sebuah tembang dari grup pop legendaris The Beatles.
Tembang itu berjudul, "Across the Universe" (Melintasi Alam Semesta).
"Ini seperti seseorang telah memprogram ulang atau membajak Voyager 2, tapi kita tak tahu pasti apa yang sebenarnya terjadi," kata pakar alien, Hartwig Hausdorf, seperti dimuat laman Daily Telegraph, 12 Mei 2010.
Saat ini, para insinyur sedang mencoba untuk membaca data yang dikirim Voyager 2 -- yang lokasinya berada dekat tepi tata surya.
Keanehan Voyager 2 terjadi pada bulan lalu, ketika pesawat itu mengirim data dari jarak 8,6 miliar mil ke Bumi dalam format yang berubah dari sebelumnya. Data itu tak terbaca.
Selama ini Voyager 2 diprogram untuk mengirimkan data tentang kondisinya kesehatannya sendiri agar para insinyur di Bumi bisa memperbaiki -- jika ada masalah.
Semenjak diluncurkan, Voyager 2 dan kembarannya, Voyager 1 ditugasi mengeksplorasi Planet Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Dua Voyager ini adalah pesawat manusia dengan daya jelajah paling jauh.
Voyager 1 kini berjarak 10,5 miliar mil dari bumi, dalam lima tahun pesawat ini diharapkan dapat melintasi heliosfer -- gelembung matahari yang terbentuk di tata surya, dan masuk ke lintasan antarbintang.
Sementara, Voyager 2 bergerak mengikuti kembarannya.
Sabtu, 01 Mei 2010
Asteroid Misterius Saat Ini Sedang Mendekati Bumi
Label: astronomi, dunia, info, kehidupan
Sebuah obyek luar angkasa misterius yang dinamakan 2010 AL30 diketahui tengah mendekati dan menuju Bumi. Pada Kamis (13/1/2010), benda yang diduga asteroid ini diperkirakan akan mencapai titik terdekat di Bumi, yaitu sepertiga jarak Bumi-Bulan.
Obyek yang diperkirakan berukuran 18 meter ini tengah menjadi perhatian astronom dunia. Seperti dilaporkan Discovery, meskipun diketahui terus mendekat ke Bumi, asteroid ini tidak menimbulkan ancaman langsung.
Pada Kamis, batu angkasa ini akan berada di jarak 130.000 kilometer dari Bumi atau sekitar sepertiga dari jarak Bumi ke Bulan. Sangat jarang ada obyek seperti asteroid yang berada pada jarak sedekat ini sebelumnya. Masih belum bisa dipastikan apakah obyek angkasa ini betul asteroid atau bukan. Penemuan 2010 AL30 terbilang sangat baru, yaitu 11 Januari lalu.
Beberapa ahli berpendapat, berdasarkan karakteristik bentuk orbit dan jangka waktu evolusi mengelilingi matahari yang serupa dengan Bumi, diyakini bahwa benda angkasa itu adalah sampah antariksa yang kebetulan mengorbit jauh dari astmosfer Bumi. Namun, pendapat tersebut dibantah oleh Alan W Harris, peneliti senior dari Space Science Institut, AS, karena 2010 AL30 tidak terlihat artifisial.
"Orbitnya tidak menyerupai lintasan bekas pesawat angkasa," ujarnya. Menurutnya, benda angkasa ini layaknya asteroid yang memotong lintasan Bumi lainnya. Hanya, kebetulan, orbitnya sempurna, yaitu menyerupai Bumi.
Kepastian bahwa benda ini asteroid atau bukan hanya bia dipastikan pada Kamis nanti, yaitu saat benda ini mendekati Bumi. Radar Goldstone milik NASA yang berada di Gurun Mojave dijadwalkan akan mengidentifikasi benda ini pada Rabu (13/1/2010). Pantulan gelombang yang ditembakkan ke benda ini akan memastikan wujudnya.
Terlepas pro dan kontra mengenai wujud benda ini sebenarnya, Andera Boattini dari Catalina Sky Survey mengatakan, kemunculan 2010 AL30 merupakan ujian dari sistem mitigasi di Bumi dalam menghadapi ancaman asteroid yang mungkin saja menghujam Bumi. Untungnya, meskipun mengarah ke Bumi, benda angkasa seukuran ini relatif tidak membahayakan penduduk. Sebab, kalaupun menabrak Bumi, benda yang kekuatan ledakannya setara bom atom kecil ini akan langsung hancur begitu menyentuh atmosfer.
Hingga hari ini, Spaceweather merilis, setidaknya ada 1.092 asteroid yang memiliki potensi menabrak Bumi. Ukuran panjangnya bermacam-macam, mulai dari yang kecil, yaitu 18 meter seperti 2010 AL30 hingga 1,4 kilometer macam 24761 Ahau yang kini berada masih jauh dari Bumi.
Selasa, 27 April 2010
Penyebab Cuaca Jakarta Panas Akhir-akhir Ini
Label: astronomi, berita, hotnews, info
Cuaca Jakarta dan sekitarnya sangat menyengat beberapa hari terakhir ini. Bahkan angin pun seakan enggan berhembus. Betulkah penyebabnya karena kenaikan temperatur panas bumi menyusul foto letupan sunspot matahari yang dilansir NASA baru-baru ini?
Kepala Sub Bidang Peringatan Dini Cuaca Ekstrim BMKG Kukuh Ribudiyanto menepisnya. Dia mengatakan sebetulnya tidak ada hal yang ekstrim dalam beberapa hari belakangan ini. Cuaca panas yang menyengat kulit lebih disebabkan masa transisi menuju musim kemarau.
"Sebenarnya normal-normal saja. Biasanya kan ada awan kemudian turun hujan, sekarang mulai jarang sehingga radiasi matahari terasa di kulit kita," kata Kukuh Selasa kemarin.
Data yang dihimpun BMKG, cuaca terpanas terjadi Senin 26 April 2010 di wilayah Cengkareng. Itu pun hanya 35,4 derajat celcius, tidak sampai menyentuh 37-38 derajat. "Itu yang paling tinggi. Jadi intinya normal saja, hanya terkait mau masuk ke musim kemarau sehingga awan-awan sudah jarang," kata dia.
Sebab jika dilihat dari posisi matahari, sebetulnya matahari ada di wilayah utara Khatulistiwa, tepatnya di lintang 23,5. Posisi ini tepat di atas Thailand.
Diakui Kukuh, memang ada saat-saat tertentu posisi bumi sangat dekat dengan matahari. "Kalau di Jawa akan terjadi nanti bulan Oktober, ini sifatnya tahunan. Yang terjadi sekarang ini karena tidak ada awan, banyak radiasi dan terjadi penguapan. Udara menjadi lembab sehingga terasa lebih panas walaupun data termometer menunjukkan cuma 33 derajat," katanya.
Kukuh mengatakan, saat ini cuaca di Jakarta berkisar 23-34 derajat celcius. Jauh lebih rendah dari kondisi beberapa waktu lalu yang sempat menyentuh 37 derajat celcius. "Tapi waktu itu banyak angin, jadi tidak terlalu terasa panas. Beda dengan sekarang, radiasi tidak ada halangan karena tidak ada awan, kemungkinan juga tidak ada angin," kata dia.
Meski begitu Kukuh tidak menepis perubahan lingkungan juga mulai mempengaruhi kondisi cuaca, baik lokal maupun global. "Sekarang kan banyak peruntukan lahan yang berubah, dari lahan hijau menjadi perumahan," kata dia.
Rabu, 21 April 2010
Meteor Bone Lima Kali Lebih Dahsyat Dari Meteor Wisconsin [Video Meteor]
Label: astronomi, indonesia, info, international
Para astronom memperkirakan diameter meteor di angkasa meledak di langit Wisconsin, Amerika Serikat, pada 16 April lalu masih kalah besar dengan meteor Bone yang jatuh di laut Sulawesi 8 Oktober 2009.
Menurut Dr. Thomas Djamaludin, Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) kepada Tempo meteor Wisconsin besarnya antara 1-2 meter. Ukuran itu berdasarkan hitungan kekuatan ledakan meteor di atmosfir. "Adapun meteor Bone, ukurannya diperkirakan sekitar 10 meter dan jatuh ke dasar laut perairan Bone," kata Thomas.
Badan Antariksa Amerka Serikat (NASA) mengatakan meteor yang meledak di Bone itu kekuatannya tiga kali bom atom yang meluluhlantakkan Hiroshima atau 50 ribu ton TNT (bahan pembuat bom).
Untunglah, ledakan meteor itu tak menyebabkan kerusakan massal. Menurut pakar astronomi, Peter Brown dari University Western Ontario, Kanada, kehancuran tak terjadi karena meteor meleduk pada ketinggian 15 sampai 20 kilometer di atas bumi.
Asteroid Bone adalah salah satu yang terbesar yang pernah diobservasi. Sampai sekarang, lokasi jatuhnya meteor itu belum ditemukan. Lapan mengaku kesulitan menelitinya karena berada di dasar laut dan jarak lokasinya jauh dari kantor Lapan di Bandung.
Thomas Djamaludin menyatakan meteor Wisconsin hancur di ketinggian sekitar 100 kilometer dari tanah. Begitu sampai di bumi, pecahan meteor tersebar dalam berbagai ukuran. "Ada yang kecil dalam ukuran ons," katanya, Selasa (20/4). Pecahnya meteor Wisconsin itu, kata dia, kemungkinan terjadi karena unsur pembentuknya lebih banyak dari bebatuan, seperti silikat atau karbon.
Dia memastikan, meteor Wisconsin bukan bagian dari hujan meteor Lyrids yang tengah turun sepanjang 16-26 April ini. "Itu meteor sporadis dari batuan antar planet. Beda dengan meteor Lyrids yang berupa debu sisa komet," kata Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim Lapan itu.
Dibandingkan meteor yang jatuh di perairan Bone, Sulawesi, pada Oktober 2009, meteor Wisconsin lebih rapuh. "Meteor Bone materi pembentuknya diperkirakan lebih banyak metal (logam) atau komposisinya lebih kuat," ujarnya.
Menurut Djamaluddin, fenomena jatuhnya meteor ke bumi dalam ukuran agak besar, biasanya terjadi 2-3 tahun sekali di suatu tempat.
Video Ledakan Meteor Bone , Sulawesi selatan
Jumat, 16 April 2010
Meteor Jatuh di Aceh dan Hanguskan Tiga Bangunan
Label: astronomi, bencana, berita
Tiga bangunan terdiri dari dua toko dan satu rumah warga Desa Lambaro Skep, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh hangus terbakar, Kamis (15/42010) malam. Sumber api masih simpang siur. Beredar kabar di kalangan warga sekitar, sumber api berasal dari benda aneh seperti bola api (meteor) yang jatuh dari langit dan mengenangi bangunan toko semipermanen yang kemudian api menjalar melumat bangunan rumah di sampingnya.
Rumah dan toko semipermanen itu milik Usman M Ali. Menurut sejumlah saksi mata di lokasi kebakaran, mulanya mereka melihat ada semacam bola api berwarna merah kekuningan jatuh dari langit gelap di atas bangunan toko itu.
Seketika toko rental play station itu membumbung api. “Bola apinya sangat cantik,” kata Hasan, seorang saksi mata. Api dengan cepat menjalar dari toko satu ke toko sebelahnya, kemudian melumat sebuah rumah bantuan korban tsunami milik Usman. Ratusan warga yang tumpah ke lokasi tak bisa berbuat banyak.
Sekitar 10 unit mobil pemadam kebakaran yang tiba di lokasi kejadian sekitar lima belas menit kemudian, juga tak mampu membendung api yang sangat cepat menghanguskan seluruh isi bangunan.
Usman, kepada okezone mengatakan, sebagian besar isi bangunan miliknya ikut hangus. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. “Saya tidak tahu lagi dari mana asal api, tiba-tiba sudah terbakar,” katanya.
Sebagian warga percaya kebakaran itu berasal dari meteor yang jatuh dari langit, menyusul adanya laporan dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) hujan meteor lyrids terjadi malam ini dan bisa dilihat di seluruh Indonesia.
Namun, informasi lain ada yang menyebut bahwa sumber api kebakaran itu dari arus pendek listrik. Listrik di Ibu kota Provinsi Aceh itu dalam beberapa bulan belakangan sering tak cukup arus dan kerap terjadi pemadaman bergilir. Polisi hingga kini masih menyelidiki penyebab kebakaran itu.
Jumat, 20 November 2009
Mitos Seputar Tentang Petir
Label: astronomi, info
Petir adalah fenomena alam yang mempesona namun mematikan. Di beberapa negara dunia, petir menjadi momok menakutkan karena kerap menimbulkan korban jiwa. Terkadang sejumlah kasus itu terjadi karena murni kecelakaan, namun ada pula yang terjadi karena ketidaktahuan seseorang terhadap petir. Berikut adalah sembilan seputar mitos tentang petir yang beredar di masyarakat versi MSNBC.
1. Petir Hanya Menyambar Saat Hujan
Petir dapat menyambar sebelum, pada saat, atau setelah hujan. Bahkan, petir kerap muncul di langit biru pada cuaca cerah.
2. Petir Tidak Pernah Menyambar Tempat yang Sama Dua Kali
Petir sering menyambar tempat yang sama berulang-ulang, terutama tempat tinggi dan berujung lancip, seperti beberapa gedung pencakar langit.
3. Ban Karet Melindungi Anda
Mobil adalah salah satu tempat yang aman pada saat terjadi petir menyambar. Namun, itu bukan karena ban mobil. Bodi berbahan metal di luar mobil menghantar aliran listrik di luar mobil. Untuk berjaga-jaga, selalu pastikan jendela mobil tertutup rapat.
4. Berdiri di Bawah Pohon
Berada di bawah pohon pada saat hujan lebat disertai petir tidaklah terlalu aman. Seseorang berpotensi terkena sengatan petir secara langsung atau terluka oleh listrik yang mengalir di tanah.
5. Tidak Apa-apa Menyelesaikan Pertandingan Saat Hujan Lebat
Mengingat terdapat sejumlah kasus serangan petir, manajemen beberapa klub olah raga dunia kini mempunyai kebijakan baru. Pertangingan akan dihentikan sementara pada saat hujan deras demi keselamatan.
6. Telungkup di Tanah
Jika petir mengalir di permukaan tanah, menelungkupkan badan tidak selamanya menyelamatkan Anda. Tindakan seperti itu sudah tidak berlaku karena memberikan anggapan yang salah terhadap konsep keselamatan. Berdasarkan pendapat sejumlah ahli, tidak ada tempat yang aman di daerah terbuka saat petir menyambar.
7. Orang Yang Tersambar Petir Berbahaya Untuk Disentuh
Korban sambaran petir harus cepat mendapat pengobatan, seperti bantuan pernafasan (CPR). Badan manusia tidak menyimpan listrik dari luar, sehingga sangat aman untuk disentuh.
8. Aksesoris Berbahan Metal Mengundang Petir
Jangan bersusah payah melepas aksesoris metal Anda pada saat petir menyambar, sebab sejumlah benda tersebut tidak mengundang petir. Yang harus diperhatikan adalah tidak membawa payung karena itu membuat Anda lebih tinggi.
9. Saya Aman Berada Dalam Rumah
Ya, rumah atau bangunan lain adalah tempat teraman pada saat petir menyambar. Kendati begitu, pada saat berada di dalam, jauhi kabel telepon, perabot elektronik, dan alat-alat yang mengandung listrik lain. Jauhi pula air dan pipa-pipa. Dan yang terakhir, jangan berada dekat jendela hanya karena ingin melihat visual petir yang mengagumkan.
Selasa, 21 Juli 2009
Planet Jupiter Baru Saja Ditabrak Komet
Label: astronomi, hotnews, info, unik
Planet Jupiter kelihatannya baru saja ditabrak sebuah benda angkasa berukuran besar yang diduga komet. Foto terbaru yang dirilis Badan Antariksa AS (NASA) menunjukkan bukti peristiwa tersebut.
Dalam foto tersebut terlihat sebuah noda putih di atmosfer dekat kutub selatan planet kelima di tata surya itu. Noda tersebut kemungkinan kobaran api yang terbentuk akibat tumbukan tersebut.Kejadian tersebut direkam para astronom di Laboratorium Propulsi Jet NASA di Pasadena, California AS, Senin (20/7), setelah memperoleh informasi awal dari seorang astronom amatir semalam sebelumnya.
Foto langka yang direkam dari teleskop inframerah di Mauna Kea, Hawaii, itu dirilis bersamaan dengan peringatan 15 tahun tumbukan komet Shoemaker-Levy 9 ke Planet Jupiter.