/**/
Tampilkan postingan dengan label hewan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hewan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Januari 2011

Heboh Cacing Naga Sepanjang 2,5 Meter

. Sabtu, 29 Januari 2011
0 komentar

Warga di kawasan Tanjung Api-api, Banyuasin, Sumatera Selatan, dihebohkan dengan penemuan cacing nipah sepanjang 2,5 meter. Uniknya lagi, cacing itu punya dua taring besar di kepala.

Karena bentuknya yang unik, warga sekitar menyebut hewan melata itu sebagai cacing naga. Badan cacing naga seukuran jari warna merah ini, sedikit mirip lipan yang punya banyak kaki di sepanjang bagian bawah tubuh. Namun, terlihat dan terasa lebih lunak khas hewan mollusca.

Cacing ini ditemukan oleh Timan. War (26), putra Timan, mengatakan, cacing tersebut ditangkap dengan menggunakan besi yang dibentuk seperti garpu. "Saya tidak ikut karena takut," kata War.

Timan yang sehari-hari bekerja sebagai pencari cacing tak menyangka mendapat cacing naga sepanjang 2,5 meter.

Rosinta, mahasiswi pascasarjana Universitas Sriwijaya, Palembang yang sedang melakukan survei untuk thesis kajian lingkungan di pelabuhan fery/kargo Tanjung Api-api kaget melihat cacing ini. "Saya baru lihat ada cacing panjang seperti itu," kata Rosinta.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Rabu, 05 Mei 2010

Tokek 64 Kilogram Ditawar Rp 6,5 Miliar

. Rabu, 05 Mei 2010
0 komentar

KAWASAN hutan yang berada di perbatasan antara Siemanggaris, Nunukan dan Serudong, Malaysia ternyata masih menyimpan berbagai potensi flora dan fauna yang selama ini belum banyak diketahui masyarakat.

Baru-baru ini di perbatasan kawasan tersebut, ditemukan seekor tokek yang diklaim memiliki berat hingga 64 kilogram. Tokek tersebut ditemukan salah seorang remaja, warga negara Malaysia yang tinggal di Kalabakan, tak jauh dari perbatasan Indonesia.

Arbin, warga Tawau, Malaysia, yang sempat mengabadikan gambar tokek itu menceritakan, awalnya si remaja pemilik tokek itu berjalan-jalan di kawasan hutan. Ia memang memiliki niat untuk mencari tokek.

“Karena di Malaysia ini sedang gempar-gemparnya orang mencari tokek. Nah si remaja ini juga ikut mencari tokek ke hutan,” kata Arbin, yang ditemui di Tawau, Senin (3/5/2010) malam lalu.

Saat sedang berburu tokek itulah, secara tidak sengaja si remaja ini menemukan tokek berukuran raksasa. “Awalnya dia kaget juga karena besarnya seperti buaya. Setelah dilihat ternyata tokek dan dia sudah tidak bisa bergerak karena besar sekali. Tokek itu dipikul lalu dibawa pulang,” ujarnya.

Tokek itu kini masih tersimpan di rumah si penemunya, di Kalabakan. Setiap harinya, hewan tersebut harus diberi makan daging terutama hati ayam untuk dapat terus bertahan hidup. Sebenarnya sudah banyak calon pembeli yang datang melihat langsung temuan tersebut. Namun hingga kini belum ada kesepakatan harga antara si penjual dan pembeli.

“Itu sudah pernah ditawar 2.300 juta ringgit Malaysia (setara Rp 6,4 miliar) tapi dia tidak mau lepas. Katanya mau cari orang yang boleh beli lebih tinggi lagi,” katanya.
Di Malaysia khususnya di Tawau, para remaja banyak yang menyisihkan waktunya untuk mencari tokek. Kawasan Bumi Perkemahan Pandu di Kem Tiku termasuk salah satu tempat yang menjadi tempat buruan mereka.

“Pernah waktu ada perkemahan, anak-anak di sana menangkap sembilan ekor tokek. Tapi masih kecil-kecil semuanya,” kata Arbin. Tokek memang memiliki sejumlah manfaat. Misalnya saja dari kulitnya bisa dibuat berbagai perlengkapan pria dan wanita seperti tas, dompet dan sebagainya. Sementara ada juga manfaat tokek yang mampu mengobati penyakit asma.

Konon kabarnya di Cina dan Thailand sedang dikembangkan suatu obat HIV/AIDS yang terbuat dari hewan tokek ini. Bagian dari tokek yang dapat dmanfaatkan untuk obat adalah bagian lidahnya.

Secara tradisional, daging tokek bermanfaat untuk mengobati penyakit asma dan penyakit kulit bahkan di beberapa daerah ada yang mempercayai bahwa mengonsumsi daging tokek dapat bermanfaat sebagai obat penambah gairah seksual bagi kaum pria.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Jumat, 16 April 2010

Anjing NINJA Di JEPANG Ternyata Ada !!

. Jumat, 16 April 2010
0 komentar



Anjing putih jenis Peking berpakaian sebagai "anjing ninja" menjadi semakin populer di antara pengunjung di tempat-tempat wisata di Kyoto. Nama anjing itu adalah Boo.

sang pemilik membelinya di sebuah pasar di Chengdu, Cina untuk menjadi "teman perjalanan", dan menamainya Boo, yang berarti Matahari dalam bahasa Tibet.





Debut pertama Boo sebagai anjing ninja dimulai pada acara Historic Pageant yang diadakan di Ohara, Kyoto pada tahun 2008, dimana ia menarik perhatian para wisatawan.





Sejak itu, Boo memakai kostum ninja ketika ia pergi berjalan-jalan di tempat-tempat seperti kuil Kiyomizu-Dera atau istana Nijo.









Kemanapun ia pergi, wisatawan berkumpul di sekelilingnya dan mengambil gambar dengan kamera dan ponsel mereka.

Rupanya, Boo adalah duta wisata resmi dari Kyoto.

Klik disini untuk melanjutkan »»
 

Pengikut

Blog arsipberita.blogspot.com ini bekerjasama dengan kir31 | Didukung oleh Dimensi berita