/**/
Tampilkan postingan dengan label liga champions. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label liga champions. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 November 2010

Hasil Liga Champions Minggu Ini

. Rabu, 03 November 2010
0 komentar


Grup A
Tottenham Hotspur 3-1 Inter Milan
Gol: Rafael van der Vaart 18, Peter Crouch 61, Roman Pavlyuchenko 89;
Samuel Eto'o 80

Werder Bremen 0-2 Twente Enschede
Gol: Nacer Chadli 81, Luuk de Jong 84
Kartu merah: Torsten Frings 75

Grup B
Benfica 4-3 Lyon
Gol: Alan Kardec 20, Fábio Coentrão 32, 67, Javi Garcia 42; Yoann Gourcuff 74, Bafetimbi Gomis 85, Dejan Lovren 90

Hapoel Tel Aviv 0-0 Schalke 04

Grup C
Bursaspor 0-3 Manchester United
Gol: Darren Fletcher 48, Gabriel Obertan 73, Bebe 73

Valencia 3-0 Rangers
Gol: Roberto Soldado 33, 71, Alberto Costa 90

Grup D
Rubin Kazan 0-0 Panathinaikos

Kopenhagen 1-1 Barcelona
Gol: Domingues De Souza Claudemir 32; Lionel Messi 31


Klik disini untuk melanjutkan »»

Kamis, 29 April 2010

Hasil Pertandingan | Barcelona Vs Inter Milan 29 April 2010

. Kamis, 29 April 2010
0 komentar

Sepuluh pemain Inter Milan bertahan total dan akhirnya lolos ke final Liga Champions meski kalah tipis 1-0 dari Barcelona pada leg kedua babak semifinal. Inter menang agregat 3-2 dan akan berhadapan dengan Bayern Muenchen di partai puncak pada 22 Mei mendatang.

Pada laga di Stadion Camp Nou, Rabu (28/4/2010) itu, Pelatih Inter Jose Mourinho membuat perubahan unik dalam skuadnya. Striker Goran Pandev tidak dimainkan dan digantikan bek Christian Chivu serta dibantu gelandang Wesley Sneijder di sayap kiri.

Menghadapi permainan bertahan dari Inter, Barca justru memilih bermain hati-hati di menit awal. Esteban Cambiasso dan Thiago Motta menjadi tokoh perusak permainan Barca sebelum Messi dan kawan-kawan merangsek ke kotak penalti.

Tindakan Motta itu akhirnya berujung kartu merah. Di menit ke-28, gerakan tangannya mengenai wajah Sergio Busquets. Wasit menghadiahinya dengan kartu kuning kedua. Merasa kesal, Motta mencengkeram leher Busquets sebelum ia meninggalkan lapangan.

Setelah unggul jumlah pemain, Barca langsung menaikkan tensi permainan. Messi mendapat peluang pertamanya di menit ke-32. Namun, tendangan melengkungnya ditepis Cesar dan keluar arena permainan.

Peluang Zlatan Ibrahimovic di menit ke-39 pun berakhir nihil. Tendangan jarak dekatnya membentur kaki Walter Samuel. Skor 0-0 tak berubah hingga jeda.

Blaugrana masih kesulitan mencari celah untuk menyerang di paruh kedua. Kali ini Ibrahimovic mulai sering mendapatkan bola di kotak penalti. Akan tetapi, kesigapan Lucio dan Cesar menumpulkan ketajaman striker Swedia itu.

Karena kurang pemain, Mourinho terpaksa menempatkan Wesley Sneijder dan Diego Milito di depan. Samuel Eto'o ditarik ke belakang, menggantikan Chivu yang bergeser mengisi posisi Motta.

Sampai menit ke-75, Barca benar-benar mengurung Inter. Statistik UEFA menunjukkan 73 persen alur bola dikuasai oleh Xavi Hernandez dan kawan-kawan. Namun, tampak jelas pula bahwa Inter selalu dominan di sepertiga lapangan mereka.

Di menit ke-82, Bojan Krkic mendapat kesempatan paling menguntungkan ketika ia menerima umpan jarak jauh dari kiri. Apes bagi Bojan, sundulannya jatuh ke samping gawang.

Dua menit kemudian, Gerard Pique berhasil membawa Barca unggul. Lepas dari jebakan off-side, mantan bek tengah Manchester United itu mengelabui Ivan Cordoba sebelum melepas tendangan ke gawang yang telah ditinggalkan Cesar.

Xavi hampir meloloskan Barca ke final ketika tendangan kerasnya di menit ke-87 meluncur deras ke arah Cesar. Hal yang sama terjadi dengan sepakan Messi beberapa detik kemudian. Bojan sebetulnya sempat menggetarkan jala Inter di injury time, tapi gol dianulir karena sebelumnya bola menyentuh tangan Keita.

Susunan pemain;
Barcelona: Valdes; Keita, G Milito (Maxwell 46), Pique, Alves; Busquets (Jeffren 63), Toure, Xavi; Ibrahimovic (Bojan 63), Messi, Pedro.

Inter Milan: Cesar; Zanetti, Samuel, Lucio, Maicon; Chivu, Motta, Cambiasso; Sneijder (Muntari 66), Eto'o (Mariga 86), Milito (Cordoba 81).

Klik disini untuk melanjutkan »»

Kamis, 22 April 2010

Hasil Pertandingan | Bayern Munchen Vs Lyon 22 April 2010

. Kamis, 22 April 2010
0 komentar

Gelandang Bayern Muenchen, Arjen Robben, mencetak gol yang menentukan kemenangan timnya 1-0 atas Lyon, dalam pertandingan leg pertama semifinal Liga Champions, di Fussball Arena, Rabu (21/4/2010). Mengingat masih ada leg kedua, yang akan digelar di kandang Lyon, pekan depan, hasil ini tak cukup meyakinkan untuk menjadikan Bayern favorit ke final.

Bermain di kandang sendiri, Bayern mencoba mencari gol cepat. Namun, Lyon berhasil membaca niat itu dan melakukan pressing ketat.

Hasilnya, selama sepuluh menit pertama, meski tak terancam, Bayer kesulitan menciptakan ancaman serius. Namun, selama sepuluh menit berikutnya, mengandalkan permainan sayap, mereka berhasil merusak barikade pertahanan Lyon dan menciptakan dua peluang emas.

Pada menit ke-13, Schweinsteiger berhasil menjangkau umpan Robben dan menanduk bola. Sayang, tembakan itu melenceng. Padahal, saat itu, Lloris sudah salah langkah dan gawang Lyon dalam keadaan kosong.

Lima menit berikutnya, giliran Ribery yang membuang peluang emas. Menguasai bola di sisi kanan gawang Lyon, ia melepaskan tembakan yang juga melenceng dari sasaran.

Tak mau terjebak oleh permainan cepat lawan, Lyon meningkatkan pengawalannya kepada Robben dan Ribery. Hasilnya, meski tak menyerang, mereka berhasil melumpuhkan kreasi permainan Bayern.

Sikap defensif Lyon membuat Bayern frustrasi. Puncaknya terjadi ketika Ribery mendapat kartu merah di menit ke-37, menyusul pelanggarannya kepada Lisandro Lopez.

Keluarnya Ribery langsung mengubah jalannya permainan. Lyon yang sejak awal hanya berkutat di wilayah sendiri, memberanikan diri keluar sarang dan memberikan perlawanan. Sayang, buruknya koordinasi lini depan membuat serangan itu sama sekali gagal berujung ancaman bagi gawang Butt.

Tak mau tertus tertekan, meski kekurangan orang, Bayern menolak mengibarkan bendera putih. Mereka bekerja semakin ngotot mengejar bola dan begitu berhasil menguasainya, langsung melancarkan serangan.

Namun, hilangnya Ribery membuat alur serangan mereka kurang ampuh dan mudah terbaca. Mereka pun terpaksa menutup babak pertama dengan skor imbang 0-0.

Memasuki babak kedua, Bayern kembali berusaha mengamankan posisi dengan menggulirkan permainan cepat. Setelah menunggu hingga menit ke-48, mereka berhasil menciptakan peluang gol melalui Pranjic.

Menguasai bola di luar kotak penalti, ia melepaskan tendangan keras ke sudut kiri atas gawang Lyon. Namun, bola berhasil ditepis oleh Lloris.

Lima menit berselang, Lahm berhasil menembus sektor kiri pertahanan Lyon dan melepaskan umpan silang kepada Mueller. Mueller berhasil menyambut umpan itu. Namun, bola melenceng dari sasaran. Padahal, saat itu, benteng Lyon dalam keadaan kosong dan Lloris berada dalam posisi yang salah.

Meski begitu, tekanan-tekanan Bayern tak urung membuat pemain Lyon salah tingkah. Puncaknya terjadi ketika Toulalan menerima kartu kuning kedua akibat mengganjal Schweinsteiger.

Jumlah pasukan yang seimbang membuat Bayern semakin ngotot menggempur lawan. Pada menit ke-60, mereka pun lagi-lagi menciptakan ancaman serius ke gawang Lyon melalui Arjen Robben.

Menguasai bola di kotak penalti, Robben melepaskan tendangan keras ke sudut kiri bawah gawang Lloris, yang sayangnya meleset dari sasaran dan keluar lapangan.

Tujuh menit berselang, giliran Mario Gomez yang mengancam gawang Lyon. Dari tengah kotak penalti, ia menanduk umpan silang Robben. Namun, bola begitu lemah dan meluncur lurus kepada Lloris yang menangkapnya dengan mudah.

Semenit berselang, Robben kembali memimpin serangan Bayern. Kali ini, menguasai bola di luar kotak penalti, ia memilih mengeksekusi bola ketimbang mengumpan. Hasilnya, setelah sempat mengenai kepada Mueller, tendangan keras itu berhasil mengoyak jaring gawang Lloris.

Gol itu tak memberi Lyon pilihan selain menyerang. Namun, usaha mereka bangkit tersendat karena Bayern meningkatkan penguasaan bola dan menurunkan tempo permainan.

Hasilnya, bukannya menciptakan ancaman gol balasan, mereka malah nyaris kebobolan oleh Arjen Robben di menit ke-74. Untung saja, kali ini Lloris dengan sigap berhasil mengamankan bola dalam dekapannya.

Lyon belum mampu menyerang ketika pada menit ke-83, Robben berhasil menjangkau umpan Mario Gomez dan melepaskan tendangan akurat dari dalam kotak penalti. Sayang, usahanya kembali digagalkan Lloris.

Tak mau kehilangan momen, Bayern terus mencecar barisan belakang Lyon melalui sektor sayap. Sayang sekali, Bayern yang sudah kehilangan gairah bermain tertutup dan sukses menghalangi usaha musuh. Skor 1-0 untuk Bayern pun bertahan sampai akhir laga. (*)

Susunan pemain:
Bayern Munchen : 22-Jorg Butt; 26-Diego Contento, 6-Martin Gaston Demichelis, 5-Daniel van Buyten, 21-Philipp Lahm; 23-Danijel Pranjic (33-Mario Gomez 61), 31-Bastian Schweinsteiger; 7-Franck Ribery, 25-Thomas Mueller, 10-Arjen Robben (8-Hamit Altintop 84); 11-Ivica Olic (44-Anatoliy Tymoschuk 45)


Lyon
: 1-Hugo Lloris; 20-Aly Cissokho, 28-Jeremy Toulalan, 3-Cris, 13-Anthony Reveillere; 6-Kim Kallstrom, 6-Kim Kallstrom; 19-Cesar Delgado (14 Sidney Govou 79), 8-Miralem Pjanic (17-Jean Makoun 55), 10-Honorato Campos Ederson (7-Michel Fernandes Bastos 70); 9-Lisandro Lopez



Klik disini untuk melanjutkan »»

Rabu, 21 April 2010

Hasil Pertandingan | Inter Milan Vs Barcelona 21 April 2010

. Rabu, 21 April 2010
0 komentar

Satu kaki Inter Milan sudah berada di final Liga Champions setelah sukses menghajar juara bertahan Barcelona dengan skor 3-1 pada leg pertama semifinal Liga Champions, Selasa atau Rabu (21/4/2010) dini hari WIB.

Meski masih ada leg kedua, di Camp Nou, pekan depan, hasil ini sangat jelas melebarkan jalan Inter ke final. Sementara Barcelona terancam terseret tradisi bahwa juara bertahan tak pernah bisa mempertahankan gelarnya sejak format Liga Champions 1992.

Bermain di kandang sendiri, Inter sebetulnya sempat tertekan di awal laga. Selama sekitar 10 menit pertama, mereka nyaris tak bisa berbuat lain, selain bertahan. Meski begitu, Inter mampu menjaga fokus sehingga bisa mencegah Barcelona menyelipkan ancaman ke gawang Julio Cesar.

Sekitar menit ke-15, Inter berhasil menguasai bola dan langsung melancarkan serangan. Untuk mengatasi pressing Barcelona, mereka memainkan umpan-umpan panjang dari berbagai sisi lapangan. Meski tak mudah, mereka berhasil menciptakan sejumlah peluang emas.

Pada menit ke-19, misalnya, Eto'o melepaskan tembakan akurat ke gawang Barcelona, tetapi dapat ditepis Valdes. Bola kemudian mental ke arah Diego Milito, yang langsung melepaskan tembakan ke gawang. Namun, sayang, tendangan Milito melenceng dari sasaran.

Selanjutnya, Inter kehilangan bola dan itu dimanfaatkan Barcelona untuk membangun serangan cepat. Inter terlambat mewaspadai kemungkinan ini dan terpaksa melihat gawang Cesar dibobol Pedro pada menit ke-20.

Gol bermula dari pergerakan Maxwell di sektor kanan pertahanan Inter. Ia menembus kotak penalti dan melepaskan umpan silang ke tengah, yang disambut Pedro dengan sebuah tendangan keras yang bersarang di tengah gawang Julio Cesar.

Gol itu tak memberikan Inter pilihan, selain menyerang. Dengan berbagai variasi umpan, mereka berusaha mengatasi benteng Barcelona. Meski tak mudah, mereka berhasil menciptakan sejumlah peluang emas.

Pada menit ke-22, Lucio berhasil menanduk umpan Sneijder ke arah gawang. Namun, bola masih melenceng dari sasaran.

Empat menit berselang, giliran Milito yang kembali mendapat kesempatan menyamakan kedudukan. Dari sektor kanan pertahanan Barcelona, ia melepaskan tembakan ke arah tiang jauh. Namun, tendangannya melenceng dari sasaran dan keluar lapangan.

Kegagalan tak membuat Inter putus asa. Sebaliknya, mereka semakin ngotot melakukan serangan. Ketekunan itu akhirnya membuahkan gol penyama kedudukan dari kaki Sneijder pada menit ke-30.

Dalam keadaan nyaris tak terkawal di sekitar kotak penalti, Sneijder menyepak umpan Diego Milito tepat ke tengah gawang Barcelona. Bola sempat mengenai kaki Valdes, sebelum akhirnya mendesak jaring gawang.

Tak mau terus tertekan, Barcelona mencoba mengonsolidasikan permainan yang sempat berantakan akibat serbuan lawan yang bertubi-tubi, dengan penguasaan bola dan menurunkan tempo permainan.

Usaha Barcelona berhasil memaksa Inter menurunkan tensi serangannya. Namun, Barcelona tetap tak bisa leluasa dan optimal melakukan serangan karena Inter tampak siap menunggu momen melakukan serangan balik.

Tak mau ambil risiko, Barcelona mempertahankan posisinya. Meski kemudian gagal mencetak gol, mereka berhasil meredam ancaman Inter. Skor 1-1 pun bertahan sampai peluit turun minum berbunyi.

Memasuki babak kedua, Barcelona kembali mencoba memainkan penguasaan bola. Tak mau terjebak, pemain-pemain Inter bergerak agresif mengejar dan berusaha merebut bola.

Hasilnya, selain berhasil merusak penyerangan Barcelona, Inter juga berhasil menyelipkan sejumlah serangan balik yang berujung gol kedua dari kaki Maicon pada menit ke-47.

Gol bermula dari pergerakan Milito di sektor kiri pertahanan Barcelona. Ia kemudian melepaskan umpan kepada Maicon di depan mulut gawang, yang langsung menyepak bola masuk ke gawang Valdes.

Meski tertinggal, Barcelona berusaha mempertahankan tempo permainan. Mengandalkan kemampuan individu, Barcelona mulai mencecar pertahanan Inter. Hasilnya, pada menit ke-53 dan ke-54 melalui Messi dan Busquets, Barcelona memaksa Cesar meregangkan otot-otot dada dan tangannya.

Sayang, tak satu pun berhasil mengoyak gawang Inter. Sementara tembakan jarak jauh Messi diblok Cesar, tandukan Busquets juga mental oleh kebasan tangan Cesar.

Barcelona belum menciptakan ancaman baru ketika Inter Milan menyentak dengan sebuah serangan cepat yang berujung gol ketiga dari kepala Milito pada menit ke-60.

Gol bermula dari umpan Samuel Eto'o di sisi kiri pertahanan Barcelona kepada Sneijder di tengah kotak penalti. Melihat Valdes bergerak menghampirinya, Sneijder menyundul bola kepada Milito di depan gawang, yang langsung menanduk bola masuk ke jala Barcelona.

Setelah itu, Giuseppe Meazza diguncang seruan Interisti yang mengelu-elukan Milito. Moral serdadu Inter pun melambung dan semakin bersemangat melakukan tekanan kepada Barcelona.

Namun, Barcelona tak lagi mau termakan taktik Inter. Menyadari lemahnya sektor pertahanan sebelah kiri, Barcelona memasukkan Eric Abidal menggantikan Zlatan Ibrahimovic untuk melapis Maxwell pada menit ke-62.

Gempuran Barcelona memang sedikit berkurang. Namun, pertahanan mereka mengalami peningkatan kualitas dan cukup efektif meredam serangan lawan.

Setelah beradaptasi dengan perubahan itu, Barcelona kembali mencoba melancarkan serangan pada menit ke-70. Melihat itu, Pelatih Inter Milan Jose Mourinho menyegarkan pasukannya dengan memasukkan Cristian Chivu menggantikan Maicon pada menit ke-73.

Dua menit berselang, Mourinho terpaksa memasukkan Mario Balotelli untuk menggantikan Milito yang tampaknya mengalami cedera.

Perubahan itu merusak permainan Inter Milan. Hal ini dimanfaatkan Barcelona untuk untuk menggencarkan serangan dari berbagai sisi lapangan. Melalui Pedro, Messi, dan Keita pada menit ke-77, ke-79, dan ke -80. Namun, ketiga eksekusi itu mentah di tangan Cesar.

Inter belum memberikan ancaman serius ketika pada menit ke-86 Gerard Pique nyaris mencetak gol kedua Barcelona. Namun, tembakannya berhasil diblok Lucio.

Memasuki masa injury time, giliran Pedro yang nyaris membobol gawang Inter. Namun, tendangan sepedanya dari tengah kotak penalti terlalu mudah bagi Cesar.

Tak mau buang waktu, Barcelona terus melakukan serangan. Namun, akhirnya mereka harus terpaksa menerima kenyataan pulang ke Barcelona membawa kekalahan 1-3.

Sepanjang pertandingan, Barcelona menguasai bola sebanyak 71 persen dan melepaskan enam tembakan tepat ke gawang dari 10 usaha. Sementara itu, Inter membuat empat peluang emas dari sembilan percobaan.

Susunan pemain:
Inter Milan : 12-Julio Cesar; 4-Javier Zanetti, 25-Walter Samuel, 6-Ferreira Lucio, 13-Maicon (26-Cristian Chivu 73); 19-Esteban Cambiasso, 8-Thiago Motta; 27-Goran Pandev (5-Dejan Stankovic 56), 10-Wesley Sneijder, 9-Samuel Eto'o; 22-Alberto Diego Milito (45-Mario Balotelli 75)
Barcelona : 1-Victor Valdes; 19-Maxwell, 5-Carles Puyol, 3-Gerard Pique, 2-Daniel Alves; 15-Seydou Keita, 16-Sergi Busquets, 6-Xavi; 17-Pedro, 9-Zlatan Ibrahimovic (22-Eric Abidal 62), 10-Lionel Messi

Klik disini untuk melanjutkan »»

Kamis, 08 April 2010

Hasil Pertandingan | Manchester United Vs Bayer Muenchen 8 April 2010

. Kamis, 08 April 2010
5 komentar

Manchester United (MU) menang 3-2 atas Bayern Muenchen, dileg kedua perempat final Liga Champions, di Old Trafford, Rabu (7/4/2010). Namun, dengan agregat 4-4, MU tersingkir karena kalah agresivitas di kandang lawan. Pengorbanan Wayne Rooney tampil dalam keadaan cedera pun sia-sia.

Mengandalkan tenaga pemain muda, MU tampil kencang dan agresif sejak menit awal. Ditambah penguasaan bola bagus, mereka berhasil menekan Bayern. Hasilnya, saat laga baru berjalan tiga menit, MU mampu unggul 1-0 berkat gol Darron Gibson. Mendapat ruang di luar kotak penalti, ia melepaskan tendangan keras yang membuat bola bersarang di sudut kanan bawah gawang Butt.

Tiga menit berselang, Nani menggandakan keunggulan tuan rumah. Memanfaatkan umpan silang Antonio Valencia, Nani menyontek bola masuk ke sudut kanan bawah gawang Jorg Butt.

Selanjutnya, MU terus mendominasi permainan. Meski sempat terancam, mereka toh berhasil memperbesar keunggulan menjadi 3-0 melalui Nani di menit ke-40. Memanfaatkan umpan Valencia, Nani menyepak bola dari tengah kotak penalti masuk ke dalam jaring Bayern.

Belum selesai gemuruh Old trafford menyambut gol itu, Bayern tiba-tiba memperpendek jarak berkat gol Ivica Olic di menit ke-43. Memanfaatkan kesalahan Carrick mengantisipasi umpan Mueller, Olic menyepak bola dari sudut sempit masuk ke gawang Van der Sar.

MU segera memulihkan diri dan membangun serangan baru. Sayang, peluit turun minum keburu berbunyi sebelum mereka sempat menciptakan ancaman.

Sementara ini, agregat kedua kubu menjadi 4-3 untuk MU. Namun, posisi mereka belum aman, karena Bayern cuma membutuhkan satu gol lagi untuk bisa lolos ke semifinal.

Menyadari situasi itu, MU mencoba merebut penguasaan bola di babak kedua. Namun, belum lagi nyaman memainkan umpan pendek, mereka dihajar bencana kartu kuning kedua yang diterima bek Rafael, akibat melanggar Franck Ribery dari belakang.

Merespons situasi, Alex Ferguson kemudian menarik Wayne Rooney dsan menggantikannya dengan John O'Shea. Selain untuk menjaga soliditas lini belakang, perubahan ini juga untuk mengurangi risiko menjadi lebih parahnya cedera Rooney.

Sebagai konsekuensinya, daya gempur MU melorot. Selain terkurung, MU juga nyaris beberapa kali kebobolan. Pada menit ke-59, misalnya, Ribery melepaskan tendangan voli yang sayangnya digagalkan Van der Sar.

Empat menit berselang, Bayern sempat dikejutkan serangan balik MU. Memanfaatkan umpan terobosan Evra, Nani menggiring bola masuk kotak penalti dan melepaskan tendangan keras tepat ke gawang, yang masih bisa ditepis Butt.

Namun, setelah itu, MU kembali terdesak dan kembali berada di bawah ancaman kebobolan. MU mencoba bertahan sekuat tenaga. Namun, di menit ke-75, Van der Sar gagal menyelamatkan gawangnya dari tembakan Arjen Robben. Memanfaatkan sepak pojok Franck Ribery, Robben melepaskan tendangan keras yang bersarang di sudut kanan bawah gawang MU.

Dengan keadaan unggul 3-2, MU terancam tersingkir. Alex Ferguson pun terpaksa menambah daya gedor dengan memasukkan Dimitar Berbatov menggantikan Michael Carrick di menit ke-80. Semenit kemudian, Ryan Giggs dimainkan menggantikan Gibson.

Perubahan ini cukup menambah daya hidup MU. Namun, Bayern yang tak mau kehilangan tiket ke semifinal berhasil mempertahankan kedudukan 2-3 hingga akhir. Di babak semifinal, Bayern akan bertemu Lyon.

Susunan pemain
MU: 1-Edwin van der Sar; 3-Patrice Evra, 15-Nemanja Vidic, 5-Rio Ferdinand, 21-Rafael; 28-Darron Gibson, 16-Michael Carrick, 24-Darren Fletcher; 10-Wayne Rooney (22-John O'Shea 55), 17-Nani, 25-Antonio Valencia
Bayern: 22-Jorg Butt; 28-Holger Badstuder, 6-Martin Gaston Demichelis, 5-Daniel van Buyten, 21-Philipp Lahm; 7-Franck Ribery, 31-Bastian Schweinsteiger, 17-Mark Van Bommel, 10-Arjen Robben; 11-Ivica Olic, 25-Thomas Mueller (33-Mario Gomez 46)

Klik disini untuk melanjutkan »»
 

Pengikut

Blog arsipberita.blogspot.com ini bekerjasama dengan kir31 | Didukung oleh Dimensi berita