/**/

Sabtu, 14 November 2009

Jenis Spesies Dinosaurus Baru Ditemukan di Afrika

. Sabtu, 14 November 2009


Spesies dinosaurus yang hidup sekitar 200 juta tahun lalu ditemukan di Afrika Selatan. Jenis yang baru diketahui ini diharapkan bisa membantu menjelaskan bagaimana hewan-hewan tersebut berevolusi menjadi hewan terbesar di darat.

Spesies bernama Aardonyx celestae ini panjangnya 7 meter. Ia adalah hewan pemakan tumbuhan berkepala kecil, tetapi memiliki rongga dada besar. Hewan ini berjalan menggunakan kaki belakangnya, tetapi bisa juga memanfaatkan keempat kaki untuk bergerak. Menurut para peneliti, hewan ini bisa dianggap sebagai bagian yang hilang dalam jalur evolusi.

"Hewan ini belum pernah ditemukan sebelumnya dan ia memiliki posisi penting dalam pohon keluarga dinosaurus," ujar paleontolog Australia, Adam Yates.

Spesies Aardonyx celestae ini hidup di awal periode Jurrasic. Menurut Yates, hewan yang ditemukan di Afrika Selatan ini tingginya sekitar 1,7 meter saat berdiri, dan beratnya mencapai 500 kilogram. Ia berumur sekitar 10 tahun saat mati, dan diduga ia mati karena habitatnya mengalami kekeringan.

Yang menarik, hewan ini memiliki beberapa karakteristik serupa dengan pemakan tumbuhan lain yang berjalan menggunakan kaki belakang. Namun, ia juga memiliki kemiripan dengan dinosaurus—yang dikenal dengan sebutan sauropoda—seperti brontosaurus, yang bisa tumbuh sangat besar, berjalan dengan empat kaki, berleher panjang, dan memiliki ekor seperti cemeti.

"Keberadaan Aardonyx membantu mengisi ruang yang kosong dalam evolusi sauropoda, di mana hewan yang berjalan dengan dua kaki mulai mengadopsi cara berjalan menggunakan empat kakinya," ujar Paul Barrett, paleontolog di Museum Sejarah Alam Inggris yang ikut dalam penggalian fosil itu.

Bagaimana dan mengapa dinosaurus tumbuh menjadi makhluk sangat besar adalah pertanyaan yang sejak lama ingin dijawab oleh para peneliti. Yang jelas, berjalan menggunakan empat kaki memungkinkan seekor hewan mendukung tubuhnya yang besar. Selain itu, ukuran besar sering kali menjadi pertahanan mereka menghadapi pemangsa bergigi tajam.

Penemuan ini dipublikasikan pada Rabu (11/11) dalam Proceedings of The Royal Society B, jurnal ilmiah yang berbasis di London.



Related Post



0 komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Poskan Komentar

 

Pengikut

Blog arsipberita.blogspot.com ini bekerjasama dengan kir31 | Didukung oleh Dimensi berita